DREAMNEWS ALOR

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (HAKTP) di Alor, Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Milad STKIP Muhammadiyah Kalabahi ke-11 Momentum Mengokohkan Dakwah Ilmu di Tanah Kenari, PC Pergunu Alor Sampaikan LPJ Keberangkatan 26 Mahasiswa Penerima Beasiswa PP Pergunu, Orang Tua Apresiasi Transparansi,

Pemuda RT 11 dan RT 12 Kelurahan Binongko Gotong Royong Perbaiki Jalan Setapak, Dana Murni Swadaya Warga

Pemuda RT 11 dan RT 12 Kelurahan Binongko Gotong Royong Perbaiki Jalan Setapak, Dana Murni Swadaya Warga



Dreamnewsalor.com— Kolaborasi pemuda RT 11 dan RT 12 Kelurahan Binongko kembali menunjukkan kekuatan gotong royong masyarakat perkotaan di Kabupaten Alor. Sejak Sabtu sore, pemuda dari dua rukun tetangga tersebut secara swadaya melakukan perbaikan jalan setapak yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama warga menuju pusat kelurahan dan fasilitas umum.(11/01/26)

Kegiatan perbaikan jalan setapak dipelopori oleh Zainal Saka, warga RT 11, yang pada awalnya hanya berinisiatif memperbaiki bagian jalan di depan rumahnya. Upaya sederhana tersebut kemudian mendapat dukungan penuh dari warga sekitar, khususnya pengurus RT 11 dan RT 12.

Persetujuan resmi datang dari Ketua RT 11 serta para sesepuh lingkungan, yakni Haji Tahir Sengaja dan Sudirman Ilyas, yang menilai kegiatan gotong royong tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata pemuda terhadap lingkungan tempat tinggal.

“Awalnya sekadar keinginan pribadi memperbaiki jalan depan rumah. Setelah dibicarakan bersama, akhirnya disepakati dikerjakan kolektif oleh pemuda RT 11 dan RT 12,” ujar Zainal Saka saat ditemui di lokasi kerja bakti.

Seluruh proses perbaikan jalan setapak dilakukan pada sore hari, dimulai sekitar pukul 14.00 WITA. Penyesuaian waktu dilakukan lantaran mayoritas pemuda bekerja pada pagi hingga siang hari.

“Hampir semua pemuda punya pekerjaan masing-masing. Sore hari menjadi waktu paling memungkinkan untuk berkumpul dan bekerja bersama,” ungkap Junaidin S. Ahada, warga RT 11 Kelurahan Binongko.

Dokumentasi kegiatan secara resmi dilakukan oleh Asrul Sidik Massa, yang ditunjuk langsung oleh Ketua RT 11 sebagai penanggung jawab dokumentasi visual dan arsip kegiatan.

Ruas jalan setapak yang diperbaiki membentang dari ujung atas wilayah RT 11 hingga depan Kantor Kelurahan Binongko, termasuk jalur menuju area warnet yang sering dilalui pelajar dan warga sekitar. Pekerjaan juga sempat dilanjutkan hingga perbatasan RT 11 dan RT 12.

Proses perbaikan terhenti sementara setelah material pasir hasil swadaya masyarakat habis. Pasir diambil dari wilayah Fanating dengan biaya pembelian sebesar Rp750.000, murni berasal dari iuran pemuda dan warga.

“Material sudah habis. Kami masih berharap ada perhatian lanjutan, khususnya kontribusi pemerintah agar jalur penghubung warga bisa dituntaskan,” Junaidin S. Ahada salah satu pemuda RT 12.


 

Pendanaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat, khususnya pemuda RT 11 dan RT 12. Tidak ada bantuan anggaran dari pemerintah kelurahan maupun instansi terkait hingga proses pengerjaan berjalan.

Partisipasi aktif pemuda menjadi gambaran kerinduan masyarakat terhadap kondisi jalan lingkungan yang layak, aman, dan nyaman dilalui, terutama bagi anak-anak sekolah, lansia, serta warga yang beraktivitas harian.

“Kami rindu jalan lingkungan yang layak. Jalan stapak adalah nadi pergerakan warga,” ujar Fadli Dg. Cumping,

Pemuda RT 11 yang terlibat aktif antara lain:
Abdul Kadir Ali, Muhammad Dasing, Hasan Haruna, Muin Toda, Paman Pru, Arianto Saka, Mentos, Randi, Jeto, Buhari, Haris, Sardin Dasing, Zainal Saka, Abdul Saka, Ikram, Hasan, Rinder, Bai Kae, Sadam Moka, Iwayan, Paman Hasan, Aba Toda, Deni Ibrahim, Ilham Wahab dan yang tidak bisa di sebut satu persatu

Pemuda RT 12 yang terlibat antara lain:
Fadly Daeng Cumping, Jainudin Lahiji, Muhlis, Reyhan, Ansar. dan yang tidak bisa disebut satu persatu

Keterlibatan lintas RT mencerminkan semangat kolektif yang melampaui batas administratif lingkungan.

Warga menyampaikan bahwa pihak pemerintah sempat meninjau lokasi pekerjaan. Kehadiran tersebut diapresiasi, meski masyarakat berharap tindak lanjut berupa dukungan material maupun program perbaikan berkelanjutan.

“Kami merindukan kehadiran pemerintah dalam bentuk kontribusi nyata. Jalan setapak, lampu jalan, dan tempat sampah menjadi kebutuhan dasar lingkungan,” ungkap Jainudin Lahiji.

Kelurahan Binongko merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Kota Kalabahi dengan aktivitas sosial dan ekonomi warga yang cukup tinggi. Jalan setapak menjadi akses penting bagi mobilitas warga, terutama pada kawasan permukiman yang belum sepenuhnya terjangkau jalan beraspal.

Berdasarkan pengamatan lapangan, sebagian besar jalan lingkungan di wilayah tersebut masih berupa rabat sederhana dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Kondisi tersebut berdampak pada keselamatan warga, khususnya pada musim hujan.

Kegiatan gotong royong pemuda RT 11 dan RT 12 menunjukkan dua pesan penting. Pertama, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan masih sangat kuat. Kedua, partisipasi swadaya sering kali muncul sebagai respons atas keterbatasan perhatian struktural terhadap kebutuhan dasar warga.

Jalan setapak sering dipandang sebagai infrastruktur kecil, padahal perannya sangat vital bagi konektivitas sosial dan ekonomi lingkungan. Ketika masyarakat bergerak secara mandiri, hal tersebut menjadi sinyal kuat bagi pemangku kebijakan agar lebih peka membaca kebutuhan riil di tingkat akar rumput.

Keterlibatan pemuda juga memperlihatkan potensi besar generasi muda sebagai agen perubahan lokal. Dukungan pemerintah melalui program padat karya, bantuan material, maupun perencanaan partisipatif akan memperkuat keberlanjutan inisiatif warga.

Pemuda dan warga RT 11 serta RT 12 berharap perbaikan jalan setapak dapat dilanjutkan hingga tuntas. Selain itu, kebutuhan lain seperti penerangan jalan umum dan fasilitas tempat sampah menjadi perhatian utama demi menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan sehat.

“Kami sudah mulai. Harapannya pemerintah melihat semangat warga dan melanjutkan bersama,” ujar Ridwan Dasing, Ketua RT 11"

Redaksi Dream News Alor 

About PENDIDIKAN UNTUK NEGERI

The Dreamnews Alor Community is a community established on February 12, 2022, by six founders: Mukmin, Asmar, Bunda, Dhian, Tyadiana, and Hadat. Its main goal is to improve literacy and numeracy for children in remote areas of the country, especially in regions far from the city and with limited access to education. The community focuses on the fields of education, social issues, religion, politics, and other areas.

0 Reviews :