Nahkoda Perempuan Pertama IMM Alor, Bunda Yusfira Abdurahman Pimpin Periode 2026–2027
Dreamnewsalor.com Sejarah baru tercatat dalam perjalanan organisasi
kemahasiswaan di Kabupaten Alor. Untuk pertama kalinya, Pimpinan Cabang Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Alor dipimpin oleh sosok perempuan. Melalui forum Musyawarah
Cabang (Musycab) IMM Alor ke-XV, nama Bunda Yusfira Abdurahman, S.Pd., C.Gmc
resmi terpilih sebagai ketua periode 2026–2027. Kegiatan Musycab tersebut
dilaksanakan di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan diikuti oleh kader IMM
dari berbagai komisariat. Proses pemilihan berlangsung dinamis, penuh
argumentasi, serta menunjukkan kedewasaan berorganisasi para peserta forum. (28/03/26)
Pemilihan ketua dalam Musycab ke-XV berlangsung melalui
tahapan yang cukup ketat. Setiap kandidat memaparkan visi, misi, serta arah
gerakan organisasi ke depan. Diskusi berjalan terbuka, menunjukkan bahwa kader
IMM Alor memiliki kapasitas intelektual dan keberanian dalam menyampaikan
gagasan.
Dalam proses tersebut, Bunda Yusfira Abdurahman berhasil
memperoleh suara terbanyak setelah melalui pertarungan yang cukup serius.
Kemenangan tersebut adalah cerminan kepercayaan kader terhadap kapasitas
kepemimpinan yang dimiliki.
Bunda Yusfira dikenal sebagai figur yang aktif dalam
kegiatan literasi dan sosial di Kabupaten Alor. Perannya sebagai Ketua Umum
Dream News Alor kemarin menunjukkan konsistensinya dalam membangun gerakan
berbasis pendidikan dan kepedulian masyarakat.
Kepemimpinan perempuan dalam organisasi kemahasiswaan
membawa warna baru. Pendekatan yang lebih komunikatif, kolaboratif, serta
berbasis empati menjadi nilai tambah dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam sambutannya, Bunda Yusfira menyampaikan harapan dan
komitmennya untuk membawa IMM Alor ke arah yang lebih baik.
“Saya berharap bisa menahkodai IMM Alor dengan baik. Tanpa
dukungan teman-teman semua, saya tidak bisa apa-apa. Mari kita bergandengan
tangan untuk membangun IMM Alor menjadi lebih baik.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan yang
diusung bukan bersifat individual, melainkan kolektif.
Salah satu peserta Musycab menyampaikan bahwa terpilihnya
pemimpin perempuan menjadi momentum penting bagi IMM Alor.
“Ini sejarah baru. Kami melihat ada semangat baru dalam
kepemimpinan IMM. Harapannya organisasi bisa lebih aktif dan berdampak.”
Pungkas Hamka
Kader lainnya juga menilai bahwa kepemimpinan baru ini
membawa harapan perubahan.
“Kami ingin IMM lebih dekat dengan masyarakat dan tidak
hanya aktif di internal kampus.”
Terpilihnya pemimpin perempuan pertama dalam sejarah IMM
Alor merupakan tanda adanya perubahan dalam budaya organisasi. Hal itu menunjukkan
bahwa ruang kepemimpinan semakin terbuka dan berbasis pada kapasitas, bukan
sekadar tradisi.
Kabupaten Alor memiliki potensi besar dalam pengembangan
sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Organisasi seperti IMM memiliki
peran strategis dalam membentuk karakter intelektual, spiritual, dan sosial
mahasiswa.
Melalui kepemimpinan
baru, IMM Alor diharapkan mampu:
Menguatkan gerakan intelektual di kalangan mahasiswa
Mendorong literasi dan pengabdian masyarakat
Membangun kolaborasi lintas organisasi
Memimpin organisasi harus punya tanggung jawab. IMM Alor ke
depan akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konsolidasi internal
hingga penguatan program kerja yang berdampak langsung pada masyarakat.
Kepemimpinan yang adaptif, inovatif, serta mampu merangkul
semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan amanah tersebut.
Musyawarah Cabang ke-XV adalah harapan baru bagi IMM Alor.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam forum tersebut menjadi modal utama
untuk melangkah ke depan.
Red : Rachadad Akbar
.jpg)
0 Reviews :
Posting Komentar