DREAMNEWS ALOR

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (HAKTP) di Alor, Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Milad STKIP Muhammadiyah Kalabahi ke-11 Momentum Mengokohkan Dakwah Ilmu di Tanah Kenari, PC Pergunu Alor Sampaikan LPJ Keberangkatan 26 Mahasiswa Penerima Beasiswa PP Pergunu, Orang Tua Apresiasi Transparansi,

DREAM NEWS ALOR RAYAKAN HARI ANAK SEDUNIA DI MIS NURUL KHAIRAH KOLIJAHI IKHTIAR MENUMBUHKAN AKHLAK ANAK PANTAR TIMUR

DREAM NEWS ALOR RAYAKAN HARI ANAK SEDUNIA DI MIS NURUL KHAIRAH KOLIJAHI IKHTIAR MENUMBUHKAN AKHLAK ANAK PANTAR TIMUR


Dreamnewsalor.com — Peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November dimanfaatkan oleh tim Dream News Alor untuk bergerak turun langsung ke wilayah pendidikan di pelosok. Kali ini sekolah yang disasar adalah MIS Nurul Khairah Kolijahi, sebuah madrasah di Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Jarak jauh, cuaca garang, dan topografi yang menantang tidak menyurutkan langkah tim untuk membawa program literasi dan pendidikan nilai ke salah satu sekolah Islam tertua di kawasan itu. (20/11/25)

Kehadiran tim disambut hangat oleh Hasrul Mahmud Tana, Kepala Sekolah MIS Nurul Khairah Kolijahi. Ia adalah jebolan STKIP Muhammadiyah Kalabahi, salah satu lembaga pendidikan guru yang banyak melahirkan tenaga pendidik di Kabupaten Alor. Beberapa minggu sebelumnya, Hasrul sudah menghubungi Dream News Alor dan menyampaikan kebutuhan sekolah Iqro dan Al-Qur’an untuk menunjang belajar membaca Al-Qur’an bagi siswa-siswi kelas awal.

“Kami benar-benar kekurangan Iqro dan Al-Qur’an. Anak-anak banyak yang semangat belajar, tapi fasilitasnya terbatas,” ujar Hasrul saat ditemui di kadelang.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh beberapa perwakilan siswa:

  • Riski Ambu

  • Syafruddin Selan

  • Atifa Tahir

  • Habiba Peka

Senyum mereka terlihat cerah ketika menerima Iqro dan Al-Qur’an baru. Bagi anak-anak di Pantar Timur.

Menurut data internal MIS Nurul Khairah Kolijahi, lebih dari 60% siswa belum memiliki Iqro pribadi, sehingga belajar bergantian menjadi kondisi sehari-hari. Sementara Al-Qur’an yang tersedia di madrasah sebagian besar adalah buku lama yang sudah lusuh.

Dalam wawancara singkat, Kepala Sekolah Hasrul menegaskan:

“Kami sangat membutuhkan Al-Qur’an dan Iqro. Sumber belajar ini penting untuk menumbuhkan akhlak anak-anak. Selama ini kami berusaha maksimal, tapi fasilitas tetap menjadi kendala.”

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah siswa MIS Nurul Khairah Kolijahi mencapai  ratusan orang, dengan persebaran dari kelas I hingga VI. Sebagian besar orang tua berprofesi sebagai nelayan, petani, dan pekerja informal, sehingga prioritas kebutuhan keluarga lebih banyak untuk survival sehari-hari.

Ketua Umum Dream News Alor, Bunda Yusfira Abdurahman, S.Pd., C.GMC, menyebut bahwa kegiatan ini adalah misi kami  untuk:

  • memperkuat literasi dasar,

  • menumbuhkan karakter anak,

  • dan membuka akses pendidikan bermutu di daerah terpencil.

“Program kami memang fokus ke anak-anak. Kebetulan ini momentum Hari Anak Sedunia, jadi kami manfaatkan untuk bergerak. Anak-anak Alor harus mendapatkan kesempatan belajar yang layak,” jelas Bunda Yusfira.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dengan ceramah atau teori semata. Iqro dan Al-Qur’an adalah media untuk menanamkan nilai etika, kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian — nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan generasi masa depan Alor.

Bantuan Iqro dan Al-Qur’an ini berasal dari donatur Mama Hilal dan Muhammad Farhan, seorang staf BMKG Maluku Utara yang dikenal aktif mendukung kegiatan sosial.

Keduanya berharap rezeki mereka dipanjangkan dan diberkahi melalui kontribusi ini.

“Semoga bermanfaat untuk anak-anak. Kami ingin ikut ambil bagian, meskipun sederhana,” ujar Farhan dalam pesan singkat via Telepon.

Dream News Alor menyampaikan apresiasi yang besar kepada para donatur yang konsisten mendukung gerakan literasi di Alor.

Tim Dream News melihat langsung kondisi kelas. Anak-anak belajar dengan seadanya, meja seadanya, tapi wajah mereka penuh semangat.

Salah satu siswa, Riski Ambu, saat diminta menunjukkan hafalan, tampil percaya diri meski suaranya pelan.

“Saya senang dapat Iqro baru,” katanya sambil tersenyum malu.

Sikap antusias mereka memperlihatkan bahwa anak-anak di pelosok tidak kekurangan semangat — yang kurang adalah fasilitasnya.

Baca Juga

Peringatan Hari Anak Sedunia adalah pengingat bahwa masa depan Alor sedang duduk di bangku kecil yang kita lihat hari ini. Anak-anak di MIS Nurul Khairah Kolijahi membutuhkan perhatian, dukungan, dan fasilitas — bukan hanya kata-kata.

Dream News Alor menunjukkan bahwa gerakan kecil bisa berdampak besar.
Anak-anak menerima Iqro dan Al-Qur’an. Guru mendapatkan dukungan moral.
Dan masyarakat diingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Semoga langkah sederhana ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat membangun generasi emas Alor.

Redaksi : Dream News Alor

About PENDIDIKAN UNTUK NEGERI

The Dreamnews Alor Community is a community established on February 12, 2022, by six founders: Mukmin, Asmar, Bunda, Dhian, Tyadiana, and Hadat. Its main goal is to improve literacy and numeracy for children in remote areas of the country, especially in regions far from the city and with limited access to education. The community focuses on the fields of education, social issues, religion, politics, and other areas.

0 Reviews :