DREAMNEWS ALOR

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (HAKTP) di Alor, Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Milad STKIP Muhammadiyah Kalabahi ke-11 Momentum Mengokohkan Dakwah Ilmu di Tanah Kenari, PC Pergunu Alor Sampaikan LPJ Keberangkatan 26 Mahasiswa Penerima Beasiswa PP Pergunu, Orang Tua Apresiasi Transparansi,

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (HAKTP) di Alor

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (HAKTP) di Alor

Tema: “Kita Punya Andil dan Kembalikan Ruang Aman”
Aksi 25 November 2025 – Gerbang UNTRIB → Pasar Kadelang → Pasar Lipa → Lapangan Mini Kalabahi
Partisipasi berbagai OKP Nasional dan Organda

Dreamnewsalor.com — Gerak panjang menuju 25 November 2025 membawa pesan yang layak digaungkan tanpa ragu. Suara masyarakat Alor sudah terlalu lama menyimpan harapan agar perempuan memperoleh ruang hidup yang bebas dari rasa takut. Arah kampanye melintasi gerbang UNTRIB, Pasar Kadelang, Pasar Lipa, sampai Lapangan Mini Kalabahi menggambarkan bahwa setiap sudut kota punya tanggung jawab moral untuk menjaga harkat perempuan. Jalan yang dilalui bukan sekadar rute, melainkan panggung terbuka untuk menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak boleh dianggap wajar.

Kehadiran berbagai OKP dan Organda memperkuat keyakinan bahwa perjuangan tidak digerakkan oleh satu kelompok saja. Setiap organisasi membawa nilai yang tumbuh dari sejarah dan pengalaman panjang daerah. Tradisi Alor mengajarkan bahwa komunitas selalu menjadi tempat perlindungan. Ketika komunitas berdiri bersama perempuan, keadilan memperoleh tempat yang kokoh. Kampanye 16 hari menjadi ruang bersama untuk mengingatkan generasi muda agar tidak memandang sepele persoalan kekerasan. Perubahan perilaku lahir dari keberanian kolektif, bukan dari seruan kosong tanpa aksi nyata.

Ruang aman tidak tercipta melalui wacana panjang yang hanya berputar pada teori. Ruang aman hadir melalui tindakan yang konsisten dalam keseharian. Pasar, kampus, jalan raya, dan lapangan adalah tempat masyarakat berinteraksi tanpa batas kelas sosial. Saat masyarakat bergerak bersama dari satu titik ke titik lain, pesan moral menyebar luas: perempuan berhak berjalan tanpa rasa cemas. Perempuan berhak berpendapat tanpa gangguan. Perempuan berhak hidup tanpa ancaman. Hak seperti itu bukan hadiah, melainkan kewajiban yang harus dijaga oleh seluruh warga.

Generasi muda punya peran sangat penting. Suaranya lantang, kreatif, dan sering jadi pemantik perubahan. Aksi 25 November dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa solidaritas bukan tren sesaat seperti konten viral TikTok. Solidaritas lahir dari pemahaman bahwa kekerasan terhadap perempuan selalu meninggalkan luka yang panjang. Luka seperti itu menghambat perkembangan keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan terlindungi, seluruh komunitas berkembang lebih kuat. Prinsip seperti itu sudah menjadi bagian dari kearifan lokal Alor yang menempatkan keluarga sebagai pusat kehidupan.

Kampanye 16 hari memberi peluang untuk menguatkan edukasi publik. Pesan yang disampaikan melalui poster, orasi, maupun percakapan ringan sepanjang rute mampu membuka kesadaran masyarakat. Banyak orang sering merasa persoalan kekerasan berada jauh dari kehidupan mereka. Pikiran seperti itu perlu diluruskan dengan cara yang halus, komunikatif, dan penuh empati. Setiap orang bisa berkontribusi dengan cara sederhana. Mulai dari menghentikan candaan yang merendahkan perempuan sampai mendorong korban untuk mencari bantuan. Upaya seperti itu sudah cukup untuk menutup celah kekerasan yang sering muncul dari sikap abai.

Gerakan dari UNTRIB menuju pasar-pasar tradisional memiliki makna simbolis. Pasar adalah pusat pertemuan warga. Banyak transaksi berlangsung, banyak cerita bergulir, dan banyak orang menghabiskan hari dengan berbagai peran. Kampanye yang melewati pasar mengingatkan bahwa perempuan hadir sebagai pedagang, pembeli, ibu rumah tangga, pelajar, maupun pekerja. Setiap peran yang diemban perempuan layak dihormati tanpa syarat. Kota yang menghargai perempuan akan tumbuh menjadi wilayah yang kuat secara sosial dan budaya.

Lapangan Mini Kalabahi menjadi titik akhir sekaligus ruang perayaan komitmen bersama. Ketika massa berkumpul di lapangan, warga dapat merasakan energi kolektif yang menunjukkan bahwa perubahan sosial bukan tugas segelintir orang. Suara yang menggema dari lapangan menguatkan harapan baru bahwa perempuan akan memperoleh ruang hidup yang memadai. Pesan moral dari lapangan itu akan mengalir ke seluruh sudut desa dan kelurahan sebagai pengingat bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai subjek yang dihargai, bukan objek yang diperlakukan semaunya.

Baca Juga

Arah kampanye 16 hari adalah sebuah seruan tegas: hentikan kekerasan terhadap perempuan. Pulihkan ruang aman untuk seluruh warga. Buka jalan bagi generasi yang mampu memperlakukan perempuan dengan hormat. Selama masyarakat bergerak bersama, perubahan akan bertumbuh secara perlahan sampai akhirnya menjadi budaya. Perjalanan dari gerbang UNTRIB hingga lapangan bukan sekadar kegiatan tahunan. Perjalanan itu menjadi simbol bahwa rakyat Alor masih memegang nilai luhur: saling melindungi adalah kewajiban setiap orang.

Dan pada 25 November 2025, suara itu akan disuarakan tanpa ragu. Satu pesan yang menggema dari ribuan langkah: kita punya andil — dan kita siap mengembalikan ruang aman untuk seluruh perempuan di Alor dan tanah air.

Redaksi : Tim Dream News Alor


About PENDIDIKAN UNTUK NEGERI

The Dreamnews Alor Community is a community established on February 12, 2022, by six founders: Mukmin, Asmar, Bunda, Dhian, Tyadiana, and Hadat. Its main goal is to improve literacy and numeracy for children in remote areas of the country, especially in regions far from the city and with limited access to education. The community focuses on the fields of education, social issues, religion, politics, and other areas.

0 Reviews :